Guru Aceh Singkil Geruduk Dinas, Pertanyakan Salah Sasaran Bantuan Bencana
Puluhan guru mendatangi Kantor Disdikbud Aceh Singkil untuk menuntut transparansi data penerima dana bantuan bencana, Senin (12/01/2026).
ACEH SINGKIL – Puluhan tenaga pengajar di Kabupaten Aceh Singkil mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Mereka mempertanyakan transparansi penyaluran dana bantuan khusus bencana dari Kemendikdasmen RI.
Aksi ini dipicu oleh ketimpangan data penerima bantuan di lapangan. Guru yang sekolahnya terendam banjir justru belum menerima hak, sementara rekan di wilayah aman dilaporkan sudah mencairkan dana.
Nominal bantuan yang dipersoalkan sebesar Rp2.000.000 per orang. Setelah dipotong pajak penghasilan (PPh) senilai Rp100.000, total bersih yang diterima seharusnya mencapai Rp1.900.000.
Latif, guru asal Desa Rantau Gedang, mengungkapkan kejanggalan tersebut. Ia menyebut sekolah di Kecamatan Gunung Meriah yang bebas banjir justru masuk dalam daftar penerima prioritas.
“Yang kami herankan, pencairan dana disalurkan kepada guru di sekolah yang jelas tidak mengalami banjir. Sementara kami yang sekolahnya terkena langsung, tidak mendapat,” ungkap Latif dengan nada kecewa.
Data awal mencatat 330 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai penerima tahap pertama. Namun, validitas angka ini diragukan karena proses verifikasi lapangan dinilai tidak akurat.
Karya, perwakilan guru, telah menemui Kasubbag Umum Disdikbud, Herri Syahputra. Pihak dinas berjanji akan menarik kembali data dari sekolah untuk divalidasi ulang ke kementerian pusat.
Kisruh data ini menjadi peringatan keras bagi manajemen krisis pendidikan daerah. Ketidaktepatan distribusi bantuan berisiko menurunkan moral pendidik yang tengah berjuang memulihkan kegiatan belajar pascabencana.
Sumber: Ketik.com




Post Comment